Skip to content

kuno..kuno….

October 27, 2011
detail berita

(foto: prasetyo/okezone.com)

JAKARTA- Mobil boleh tua tapi semangat kudu tetap membara. Boleh jadi inilah prinsip yang dianut oleh para dedengkot Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI). Karena itu mereka pun menggelar ajang balap khusus untuk mobil-mobil kuno.

Bertajuk “Indonesia Classic Race Championship” (ICRC), ajang balap mobil kuno ini akan digelar sebanyak enam seri yang dimulai Maret hingga Desember 2010.

“Sebenarnya ajang ini merupakan yang kedua kalinya kita gelar, pertama kita perkenalkan tahun lalu, dan ternyata sambutannya sangat baik,” papar Ketua Umum PPMKI, Bambang Rus Effendi ketika ditemui di Apartemen Bellagio, Jakarta, akhir pekan kemarin.

Tetap sama digelar sebanyak enam seri, awalnya event khusus adu kecepatan mobil kuno ini kata Bambang hanya diikuti sebanyak 10 peserta. Tetapi kemudian diseri terakhir pesertanya menjadi 27 orang. “Dan kita lihat tahun ini minatnya makin banyak setelah kemarin sukses, jadi mudah-mudahan bias sampai 40 peserta hingga seri terakhir,” ujarnya.

Sesuai dengan namanya, maka yang berhak mengikuti ICRC hanya kendaraan berusia 40 tahun yang dibagi enam kelas sesuai kapasitas silinder mesin. Yakni kapasitas 1-1.300 cc 4 silinder, 1.301-2.000 cc 4 silinder, 2.001-3.000 cc 6 silinder, 3.001-5.000 cc 6 silinder, small bok max. 5.700 cc 8 silinder, serta Big Blok-Up 8 silinder.

Uniknya, kondisi mobil peserta harus sesuai aslinya, dalam arti tidak boleh ada penambahan fitur-fitur teknologi kendaraan bermotor masa kini yang diterapkan seperti sistem rem ABS, penggantian sistem tuas transmisi dan sebagainya. “Sebisa mungkin full original,” tambah Bambang.

Posisi start pun mengacu pada balapan tempoe doeloe. Yaitu pembalap berada sekira 10 meter dari kendaraannya dan tidak mendekati mobil untuk alasan apapun sebelum lampu start menyala.

Kendaraan sudah diparkir dalam grid yang ditentukan pada waktu kualifikasi dengan posisi menghadap tribun dan membelakangi paddock dengan kondisi mesin tidak dinyalahkan.

Jadi ketika lampu start menyala, maka si pembalap saling adu cepat berlari menuju kendaraannya untuk masuk, kemudian duduk dan menggunakan sabuk dengan benar, serta menyalahkan mesin kendaraan, baru setelah itu tancap gas.

“Semua itu memang kita lakukan sebagaimana balapan dimasa lampau. Agar tak hanya orang-orang tua yang gemar mobil kuno tapi juga generasi muda mengerti bagaimana sejarah mobil kuno termasuk dari segi balapannya. Sekaligus membuktikan mobil kuno juga bisa dipakai kebut-kebutan,” tutup Bambang

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: